Banjarmasin: Beberapa Ruas Jalan Pemurus Dalam Terendam Akibat Hujan dan Air Pasang

by admin note line update
39 views

noteline update-BANJARMASIN, Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, ditambah air pasang sungai, membuat beberapa ruas jalan di Kelurahan Pemurus Dalam terendam air dan melumpuhkan akses utama warga.

Beberapa titik yang terkena antara lain ruas jalan utama di Komplek Beruntung Jaya, Komplek Perumnas sekitar Masjid Al Falah, dan ruas jalan AMD XII depan kantor Lurah Pemurus Dalam.

Kondisi ini diperparah oleh pendangkalan Sungai Pemurus Dalam yang membuat air sulit mengalir keluar.

Menurut H. Fahrul, seorang warga pengguna jalan, permukaan air sungai bahkan sudah lebih tinggi dari badan jalan, sehingga air meluap langsung ke rumah-rumah warga.

“Kalau dilihat sekarang, permukaan air sungai malah lebih tinggi dari jalan. Jadi air melimpah ke jalan dan rumah warga. Surutnya sangat lambat karena posisi sungai yang dangkal,” katanya.

Fahrul menjelaskan bahwa genangan air bukan kali pertama dialami wilayah ini. Pada awal tahun sebelumnya, genangan bahkan bertahan hingga berbulan-bulan meskipun kawasan lain di Banjarmasin sudah kering.

Pendangkalan di beberapa titik Sungai Pemurus Dalam, yang menghubungkan Pemurus Dalam hingga Pemurus Baru, menjadi penghambat utama aliran air, meskipun hanya beberapa meter.

Meskipun dua anak sungai yang sempat “hilang” Sungai Tembingkar dan Sungai Pengilun sudah dikerjakan akhir tahun 2025, Sungai Pemurus tetap menjadi masalah terbesar karena alurnya panjang.

Air masih menggenangi beberapa ruas jalan saat musim hujan ini, termasuk di Komplek Mahantas di lokasi kedua anak sungai tersebut.

Dia dan warga berharap ada penanganan cepat, seperti percepatan penyedotan air di lokasi sungai yang penuh.

Seperti diketahui, normalisasi sungai Tembingkar dan Sungai Pangilun menghadapi hambatan karena adanya bangunan di bantaran, meskipun usulnya sudah lama disampaikan warga sebelum banyak bangunan terbangun.

Warga lain juga menyoroti minimnya perawatan sungai di wilayahnya yang dipenuhi eceng gondok dan endapan lumpur.

“Perawatan sungai seperti difokuskan hanya ada di Komplek Perumahan. Tapi sungai utamanya terabaikan, seperti Sungai Pemurus dan Sungai Tatah Belayung di Tanjung Pagar secara keseluruhan,” jelasnya.

Dia menginginkan pemeliharaan sungai menjadi program rutin pemerintah dengan anggaran terpisah, seperti perawatan jalan.

“Kalau jalan ada pemeliharaannya, sungai juga harus ada. Harus dianggarkan. Kalau tidak, banjir seperti ini akan terus berulang. Termasuk Sungai Pengilun dan Sungai Tembingkar,” jelasnya lagi.

Menurutnya, setiap kali air pasang bertemu hujan, wilayah Pemurus Dalam selalu menjadi langganan genangan berkepanjangan yang bisa berminggu-minggu belum surut.*

Lainnya

Edtior's Picks

Latest Articles