UNESCO Gelar Penghargaan Geopark Meratus ke Kalsel, Pemerintah Jamin Tidak Ada Penambangan di Kawasan

by admin note line update
22 views

noteline update- KALSEL, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan baru-baru ini menerima penghargaan UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk kawasan Meratus, yang diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy kepada Gubernur H. Muhidin.

Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi internasional terhadap upaya berkelanjutan Provinsi Kalsel dalam melindungi dan mengelola sumber daya geologi serta budaya di kawasan tersebut.

Gubernur Muhidin menyatakan bahwa pengakuan ini bukan hanya kebanggaan bagi seluruh warga Banua, melainkan juga beban tanggung jawab untuk memperkuat upaya konservasi, memberdayakan masyarakat lokal, dan mengembangkan pariwisata yang berlandaskan kearifan lokal di Meratus.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Isharwanto, menekankan bahwa kawasan yang telah masuk dalam jaringan geopark internasional ini telah didelineasi dan dipetakan secara rinci, sehingga batas-batasnya terlindungi oleh regulasi.

Dia juga menegaskan tegas bahwa tidak akan ada aktivitas penambangan di dalam kawasan UNESCO.

“Semua lokasi yang masuk dalam daftar UNESCO sudah jelas batasnya dan tidak boleh diganggu sama sekali.

Penambangan di sana benar-benar dilarang,” jelasnya dalam keterangan di Banjarbaru, Senin (8/12/2025).

Isharwanto menambahkan bahwa komitmen perlindungan ini juga didukung oleh pemerintah pusat.

Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya menyelamatkan situs-situs geologi dan budaya yang bernilai tinggi di seluruh negeri, termasuk Geopark Meratus.

Dalam menjawab kekhawatiran aktivis lingkungan tentang potensi ancaman penambangan, ia memastikan bahwa regulasi dan pengawasan lingkungan akan diterapkan dengan ketat.

Menurutnya, UNESCO akan melakukan penilaian ulang setiap empat tahun, jika komitmen konservasi tidak terpenuhi, status geopark bisa diberi “yellow card” atau bahkan dicabut.

“Kita tidak boleh biarkan geopark ini stagnan. Semua catatan UNESCO selama ini sudah diperbaiki, dan kondisi saat ini dinilai baik,” jelasnya.

Penghargaan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar pihak dalam menjaga kelestarian kawasan serta mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berbasis konservasi.

Acara penyerahan penghargaan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain dua menteri, empat gubernur, dua belas bupati, dan pemangku kepentingan di bidang konservasi dan pengembangan masyarakat.*

Lainnya

Edtior's Picks

Latest Articles