noteline update-BATOLA, Suasana ceria menjelang waktu berbuka puasa di Pasar Kuliner Ramadan Baiman, yang berlokasi di bawah Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu sore (22/02/2026).
Sekitar pukul 16.30 Wita, angin kencang disertai hujan deras menerjang area pasar, mengakibatkan belasan tenda pedagang roboh dan porak-poranda.

Para pedagang dan pengunjung yang memadati lokasi untuk mencari takjil dikejutkan oleh datangnya cuaca ekstrem yang tiba-tiba.
Angin yang berhembus kencang membuat tenda-tenda terangkat dan beterbangan, menyeret serta merusak meja, kursi, dan perlengkapan dagangan.
Makanan dan minuman yang telah disiapkan dengan cermat untuk berbuka puasa pun tak luput dari sapuan angin dan guyuran hujan, banyak yang rusak dan tidak dapat dijual.
“Semua terjadi begitu cepat, kami semua panik. Dagangan kami banyak yang hancur, padahal sebentar lagi mau buka,” ungkap seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan kepanikan di lokasi kejadian.
Para pengunjung berhamburan mencari tempat berlindung, meninggalkan pasar dalam kondisi yang kacau balau.
Meskipun demikian, kabar baik datang dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Sirpan.
Dia memastikan bahwa tidak ada korban cedera serius akibat insiden ini. “Alhamdulillah, tidak ada korban cedera. Mayoritas tenda yang roboh adalah tenda kerucut yang disediakan oleh sponsor,” terang Sirpan.
Menyikapi musibah ini, Disporbudpar Batola menyatakan komitmennya untuk segera bertindak.
“Kami akan segera memperbaiki tenda-tenda yang rusak. Yang terpenting, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan dan sistem pengamanan tenda-tenda ini agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegas Sirpan.
Upaya ini sangat penting mengingat Pasar Kuliner Ramadan Baiman direncanakan masih akan beroperasi hingga 15 Maret 2026, melibatkan 73 pedagang dari sektor ekonomi kreatif umum serta BUMDes di Batola.
Di tengah insiden yang terjadi, Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Batola diketahui telah merencanakan acara buka puasa bersama di lokasi tersebut.

Meskipun beberapa tenda mengalami kerusakan, acara tersebut dipastikan akan tetap dilangsungkan di area pasar yang masih memungkinkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem, khususnya di tempat-tempat keramaian publik.
Evaluasi dan perbaikan sistem pengamanan diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan keamanan bagi para pedagang maupun pengunjung di masa mendatang.*