noteline update- NASIONAL,
Kejaksaan Agung Republik Indonesia terus memperkuat peran strategisnya dalam menghadapi tantangan hukum di era digital saat ini.
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Prof. Reda Manthovani, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi penegak hukum dan dunia pendidikan sebagai langkah kunci untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan berintegritas tinggi.
Dalam pidatonya pada acara Dies Natalis ke-48 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta, Jumat (28/11/2025), Prof. Reda menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai pusat inovasi, riset, dan pembentukan karakter bangsa.

Kemitraan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran nasional dan budaya hukum yang kuat.
Selain itu, Jamintel menyoroti perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), sebagai tantangan baru yang harus diantisipasi secara serius.
AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu, namun juga dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan siber dan kriminalitas lainnya.

Oleh karena itu, peran intelijen kejaksaaan menjadi sangat penting dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan terhadap kepentingan negara dan masyarakat.
Kejaksaan melalui beberapa program unggulan seperti Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), Jaksa Mandiri Pangan, serta Pengamanan Pembangunan Strategis, terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga stabilitas sosial.
Selain itu, program Jaksa Masuk Sekolah juga diinisiasi untuk menanamkan pemahaman hukum sejak usia dini, demi menciptakan generasi yang sadar hukum dan patriotik.
Prof. Reda mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan penegakan hukum demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan maju.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian UPN Veteran Jakarta selama 48 tahun terakhir yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan berlandaskan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme.
Dengan kolaborasi yang erat antara institusi pendidikan dan penegak hukum, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri dan integritas tinggi.*