noteline update- NASIONAL, Tangis haru dan duka mendalam mewarnai kedatangan jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Indonesia, Sabtu (4 April) sore.
Ketiga prajurit ini gugur saat menjalankan misi perdamaian di bawah bendera Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Momen yang memilukan terjadi saat jenazah disambut. Istri dari Sersan Satu (Anm) M. Nur Ichwan tampak tak mampu menahan tangis saat memeluk peti jenazah suaminya yang telah gugur.
Presiden Prabowo turut hadir dalam upacara penyambutan. Di hadapan peti jenazah yang terbungkus bendera Merah Putih, Presiden berdiri dalam keheningan yang sarat makna.
Presiden menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan tertinggi bagi para prajurit yang gugur dalam tugas mulia.
Sebelum diberangkatkan ke Indonesia, upacara penghormatan terakhir telah diadakan di Lebanon.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pasukan penjaga perdamaian PBB. Diketahui, ketiga prajurit Kontingen Garuda ini meninggal dunia akibat serangan yang terjadi di wilayah penugasan.

Ketiga pahlawan ini diketahui gugur bukan dalam pertempuran, melainkan saat menjalankan misi kemanusiaan dan menjaga perdamaian dunia.
Meskipun kepergian mereka meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan bangsa, Presiden menyatakan bahwa jasa dan pengorbanan mereka tidak akan pernah terlupakan dan akan selalu dikenang sepanjang masa.***