Diskusi Terpumpun Ke 8 Hapakat: Menyelamatkan Bahasa Bakumpai dari Penurunan Penutur

by admin note line update
14 views

noteline update- BAKUMPAI, Komunitas pemerhati Bahasa Bakumpai, Hapakat, akan menggelar diskusi terpumpun kedelapannya dengan tema Perkembangan dan Keberlangsungan Penutur Bahasa Bakumpai pada 24 Januari 2026.

Kegiatan ini sekaligus menandai perjalanan diskusi yang dimulai sejak komunitas ini pertama kali dicetuskan.

Diskusi akan menghadirkan narasumber lintas sektor, antara lain perwakilan Balai Bahasa Kalimantan Selatan, politisi dan tokoh masyarakat Murung Raya, Koordinator Hapakat Bakumpai, serta akademisi.

Kehadiran mereka diharapkan memperkaya pandangan dan merumuskan langkah konkret untuk pelestarian bahasa tersebut.

Koordinator Hapakat, Rusdiansyah, menyatakan bahwa pemilihan tema didasari keprihatinan terhadap penurunan jumlah penutur Bahasa Bakumpai.

“Kami berharap, melalui diskusi berkelanjutan, Bahasa Bakumpai tidak hanya bertahan sebagai identitas budaya, tetapi juga tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda,” katanya Jumat (02/01/2025).

Berdasarkan penelitian Sjahrial SAR Ibrahim, Durdje Durasid, dan Darmansyah, wilayah penutur Bahasa Bakumpai tersebar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dan sebagian kecil di hulu Sungai Katingan.

Di Kalimantan Selatan, penutur aktif masih kuat di Kabupaten Barito Kuala (Kecamatan Marabahan, Bakumpai, Kuripan), sedangkan di kecamatan lain di Batola, hanya sekitar 10 persen penduduk yang menggunakannya.

Di Kalimantan Tengah, bahasa ini luas digunakan di Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya, menunjukkan sebarannya melampaui batas provinsi.

Hapakat bermula dari diskusi kecil pada 18 Desember 2019, dirintis oleh Adenansi, Indra Gunawan, Nasrullah, Budi Sani, Fahri Rahman, Didi Gunawan, dan Rafiqurrahman dengan latar belakang beragam (aktivis lingkungan, akademisi, jurnalis).

Menurut Nasrullah, diskusi selanjutnya digelar lebih serius dengan narasumber dari berbagai kalangan, dan seluruh dialog menggunakan Bahasa Bakumpai.*

Lainnya

Edtior's Picks

Latest Articles