noteline update- INTERNATIONAL, China mengumumkan pemberian bantuan kemanusiaan darurat kepada sejumlah negara di Timur Tengah, antara lain Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak.
PENGUMUMAN ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers pada Selasa (17/3/2026), di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memasuki pekan ketiga.
Lin menyatakan bahwa konflik tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan serius, namun tidak merinci bentuk maupun nilai bantuan yang akan disalurkan.
“Diharapkan ini akan membantu meringankan penderitaan yang dihadapi oleh penduduk setempat,” ujarnya seperti dikutip AFP.
Sebagai mitra dekat Iran, Beijing sebelumnya telah mendesak AS dan Israel menghentikan serangan terhadap Iran, sekaligus mengkritik aksi balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS.
China juga terus mendorong upaya damai, termasuk melalui kunjungan Utusan Khususnya untuk Timur Tengah Zhai Jun yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi membahas de-eskalasi konflik.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan perang seharusnya dapat dihindari dan menyerukan penghentian pertempuran.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan memengaruhi dinamika geopolitik global.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda kunjungan ke Beijing, sementara Gedung Putih mendesak China membantu membuka kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup Iran.
Jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia ini menjadi perhatian karena dampaknya terhadap pasokan energi global.*